Jumat, 12 Oktober 2012

Kapak Persegi (History)



Nama kapak persegi berasal dari Von Heine Goldern berdasarkan penampang dari alat-alatnya yang berbentuk persegi panjang atau trapezium. Tempat penemuan kapak persegi di Indonesia adalah Sumatra, Jawa, Bali, Nusan Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi dan di Kalimantan. Pembuatan kapak-kapak ini diperkirakan terpusat di beberapa tempat, dari dari sini menyebar ke tempat-tempat lain.

Kapak persegi yang ukurannya kecil dipergunakan untuk memotong kayu sedangkan kapak yang lebih besar bisa digunakan sebagai cangkul. Kapak persegi dibuat dari bahan batu api dan batu chalsedon.

Di luar Indonesia kapak persegi ditemukan juga di Malaysia, Thailand, Vietnam, Khmer, Cina, Jepang, Taiwan, Filipina, dan Polinesia. Pada umumnya kapak persegi berbentuk memanjang dengan penampang lintang persegi. Seluruh bagiannya diupam halus-halus, kecuali pada bagian pangkalnya sebagai tempat ikatan tangkai.

Variasi yang paling umum dari kapak persegi adalah kapak yang ditemukan di Jawa, Sumatra, dan Bali. Selain itu, ada pula variasi-variasi lain seperti kapak bahu, kapak tangga, kapak atap, kapak bentuk biola, dan kapak penarah. Bentuk-bentuk variasi ini ditemukan di beberapa daerah saja dan jumlahnya pun sangat terbatas. Tempat-tempat penemuannya terutama di daerah utara dan daerah timur kepulauan Indonesia. Variasi-variasi kapak persegi menunjukkan persamaan dengan bentuk-bentuk di daerah luar Indonesia yang menyebar dari Cina melalui kepulauan-kepulauan di utara Indonesia ke arah Polinesia Timur.
Apabila pada zaman paleolitikum penggunaan kapak batu langsung dipenggang dengan menggunakan tangan, tanpa menggunakan alat lain. 

Pada zaman neolitikum, sudah mengenal tangkai sebagai bahan yang digunakan untuk mengikat kapak dan digunakan sebagai pegangan. Cara memasangkan mata kapak pada tangkai ialah dengan memasukkan bendannya langsung dalam lubang yang khusus dibuat pada ujung tangkai atau memasangkan mata kapak pada gagang tambahan yang kemudian diikatkan menyiku pada gagang pokoknya. 

 sumber: http://wacananusantara.org/kapak-persegi/

Dibawah ini tertera petunjuk dalam cara pembuatan kapak persegi, yang dapat anda lihat pada gambar diatas.
1. Alat Yang Dibutuhkan:
- Batu
- Kayu
- Tali Rafia
- Cat Warna

2. Cara Pembuatan:
- Cat kayu dengan cat berwarna putih kekuningan agar terlihat seperti tulang.
- Cat batu dengan cat berwarna abu-abu agar lebih menarik.
- Keringkan kayu dan batu tersebut sampai kering menggunakan kipas atau sinar matahari.
- Setelah kering ikat batu tersebut dengan tali rafia pada bagian ujung kayu.
- Kapak persegi pun selesai dibuat.

Komentar Saya: Saya senang bisa mendapatkan nilai yang cukup tinggi dalam kerja kelompok ini dan dalam                      presentasi yang dilakukan di kelas. Di topik berikutnya sya akan brusaha lebih keras agar mendapatkan hasil yang lebih baik dari sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar